RS Ananda Bantu Ibu Hamil yang Bayinya Meninggal Dunia dalam Kandungan dan Reaktif Covid-19

Manager pelayanan RSIA Ananda, dr.Nasriyadi Nasir

Manager pelayanan RSIA Ananda, dr.Nasriyadi Nasir

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda patut diacungi jempol. Setelah membantu salah seorang ibu bernama Hervina dalam kondisi kritis akibat ditolak beberapa rumah sakit untuk melahirkan karena reaktif virus Corona atau Covid-19.

“Setelah pemeriksaan rapid test dilakukan, ditemukan hasil Positif. Dan dari anamnesis lanjutan barulah ditemukan bahwa pasien ini sudah rapid test dirumah sakit lain sebelumnya dengan hasil positif,”ujar Manager pelayanan RSIA Ananda, dr.Nasriyadi Nasir melalui pesan WhatsApp yang dibagikan oleh dr. Fadli Ananda, Selasa 16 Juni 2020 malam.

Lanjut Nasriyadi pasien tersebut sebelumnya tidak jujur menyampaikan bahwa sudah rapid test dengan hasil positif.

“Sesuai protokol covid. Maka pasien kami layani dan observasi sambil disiapkan rujukan ke RS Pusat rujukan Covid dan dilakukan pemeriksaan SWAB
,”katanya.

Ia menjelaskan, kronologi pasien tersebut masuk ke RSIA Ananda. sekitar pukul 14.00 WITA pasien masuk ke poliklinik obgin untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan keluhan Gerakan bayi tidak terasa sejak 1-2 hari yang lalu. Dari hasil pemeriksaan dan USG oleh dokter ditemukan denyut jantung janin tidak ada, dan tanda2 KJDR( Kematian Janin dalam rahim) lebih dari 1 hari.

“Olehnya dari dokter obgin kemudian diberi pengantar masuk rawat inap ke UGD dengan diagnosis G3P1A1 gravid aterm + KJDR+ Post SC +letak lintang. Rencana tindakan SC elektif besok pagi 17/6/2020 pukul 08.30 WITA,”tutur Nasriyadi.

Hal ini kata dia, karena sesuai pemerksaan kondisi pasien stabil. Kemudian, pukul 16.15 WITA pasien masuk ke UGD dengan pengantar rawat inap untuk dipersiapkan operasi besok pagi.

“Sesuai protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 “Petunjuk Praktis Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir selama pandemi Covid-19 No: B-4 (05 April 2020) bahwa semua ibu hamil yang akan melahirkan wajib dilakukan pemeriksaan rapid test,”jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, Hervina, salah seorang Ibu hamil di kota Makassar Sulawesi Selatan terpaksa harus pasrah karena anak dikandungnnya selama 38 hari meninggal dalam kandungan karena ditolak beberapa rumah sakit untuk melahirkan.