Ternyata, Ekstrak Chlorella Growth Factor Bisa Bantu Pulihkan Demam Berdarah

Ilustrasi

Ilustrasi

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim Peneliti dari Penyakit Bagian Dalam RS Karya Bakti Bogor bekerja sama Peneliti dari Departemen Ilmu Gizi IPB pada tahun 2009 silam, ekstrak Chlorella Growth Factor (CGF) dari Chlorella pyrenoidosa, yang terkandung dalam Wakasa Gold dan W Sun Wakasa terbukti bekerja secara intensif meningkatkan perkembangan trombosit karena mengandung komponen gizi yang lengkap.

CGF ini secara alami mampu mengoptimalkan pertumbuhan sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mempercepat penyembuhan luka.

Dari hasil pengujian klinis secara langsung terhadap penderita DBD di Bogor, Wakasa Gold dan W Sun Wakasa mengandung ekstrak CGF dari Chlorella, yaitu ganggang hijau air tawar yang membantu dalam proses regenerasi sel dan membantu mempercepat masa penyembuhan (recovery) khususnya dalam meningkatkan jumlah trombosit.

Trombosit yang turun drastis dapat didongkrak dalam waktu relatif cepat. Selain menaikkan kadar trombosit, pemberian ekstrak CGF dalam Wakasa Gold dan W Sun Wakasa ini juga dapat membantu menurunkan hematokrit atau kekentalan darah. Dan inilah penelitian CGF pertama di dunia untuk masalah penyakit tropis.

Disarankan untuk secepatnya mengonsumsi Wakasa Gold atau W Sun Wakasa jika sudah dinyatakan positif menderita penyakit DBD melalui pemeriksaan laboratorium. Dalam banyak kasus, penyembuhan pasien menjadi lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang tidak mengonsumsinya.

“Konsumsilah 30ml Wakasa Gold atau W Sun Wakasa dua kali dalam sehari untuk mempercepat proses penyembuhan,” ujar Lingke Tirta Kencana selaku Head of Product Marketing PT CNI.

Lingke menjelaskan beberapa tips dalam mencegah penyakit DBD, nyamuk Aedes aegypti hanya menggigit pada jam-jam tertentu sekitar pukul 06.00 – 09.00 dan 15.00 – 17.00. Ketika imunitas tubuh sedang tidak baik, akan mudah tertular virus yang dibawa nyamuk tersebut.

“Usahakan untuk tidak tidur pada jam-jam tersebut. Jika Anda memang harus tidur, gunakan kelambu atau anti nyamuk agar nyamuk tak menggigit Anda. Selain itu, konsumsilah CNI Ester-C Plus dan Sun Chlorella setiap hari dengan dosis yang tepat sehingga tubuh Anda akan selalu fit sehingga virus tidak mudah menyerang Anda. Selain itu menjaga kebersihan lingkungan sekitar juga merupakan hal penting untuk mencegah perkembangan nyamuk,” saran Lingke.

Diketahui, awal tahun 2019 ini, sejumlah daerah di Indonesia melaporkan banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah daerah tersebut. Hingga 22 Januari 2019 lalu, tercatat 34 warga di Sukabumi terkena DBD hingga menewaskan satu orang. Jumlahnya meningkat terus sejak Desember 2018.

Kemenkes merilis, bahwa wabah DBD ini merupakan kategori KLB (Kejadian Luar Biasa) di empat wilayah yaitu Kabupaten Kapuas, Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, dan Kabupaten Manggarai Barat.(***)