Selain Ibadah, Puasa Membantu Detoksifikasi Dalam Tubuh

drg. Ridwan Owen disela-sela Seminar Kesehatan Puasa dan Detoks yang diselenggarakan PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) bersama ratusan member CNI di Kantor CNI Jalan AP Pettarani, Sabtu 2 Juni 2018.

drg. Ridwan Owen disela-sela Seminar Kesehatan Puasa dan Detoks yang diselenggarakan PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) bersama ratusan member CNI di Kantor CNI Jalan AP Pettarani, Sabtu 2 Juni 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Puasa selain untuk beribadah, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa dalam mengeluarkan racun atau toksin dalam tubuh kita selama berpuasa.

Tidak hanya itu, puasa selalu dianggap baik untuk tubuh karena membantu detoksifikasi dan menjadi momen yang tepat untuk memulai pola hidup sehat.

Demikian dikatakan, drg. Ridwan Owen disela-sela Seminar Kesehatan Puasa dan Detoks yang diselenggarakan PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) bersama ratusan member CNI di Kantor CNI Jalan AP Pettarani, Sabtu 2 Juni 2018.

” Toksin atau racun, tentu harus dikeluarkan dari tubuh. Jika jumlahnya sudah berlebih, ia akan menumpuk dan menyebabkan toksemia (kondisi keracunan dalam darah). Jangan anggap remeh toksemia sebab ia berkaitan dengan hampir semua penyakit degeneratif,”papar Drg Ridwan.

Selain itu, sel-sel tubuh kita memperoleh makanan dari darah, sedangkan darah memperolehnya dari usus. Usus menyerap makanan dari setiap zat yang kita konsumsi. Sehingga jika ada racun dalam saluran usus, racun akan terserap dan ikut beredar bersama darah ke setiap sel-sel tubuh. Dimana racun ini dapat mempercepat proses aging, penyakit degeneratif seperti gangguan hati, jantung, kanker, serta menurunkan sistem imunitas.

Drg Ridwan juga memaparkan, racun bisa berasal dari dalam (endogenus) atau dari luar (eksogenus). Yang dari dalam misalnya sisa metabolisme, radikal bebas, produksi hormon berlebihan akibat stres, gangguan fungsi hormon, dan bakteri penyakit yang sudah ada di dalam tubuh.

” Jadi, makanan yang kita konsumsi untuk mencukupi kebutuhan gizi bisa jadi mengandung racun terselubung yang tidak kita sadari. Sedangkan faktor eksogenus diantaranya makanan pengawet, pewarna, additif, pestisida, polusi udara, air minum yang mengandung logam berbahaya,”paparnya lagi.

Padahal sebenarnya tubuh sudah memiliki mekanisme sendiri dalam menangani toksin ini. Berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar merupakan detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh secara alamiah.

Hanya saja, cara ini tidak serta merta menuntaskan masalah. Ada saja penyebab yang membuat mekanisme alamiah tadi terganggu.

” Bayangkan jika sehari saja kita mengalami gangguan buang air besar seperti atau tidak lancar. Berarti tubuh kita menyimpan racun satu hari. Jika berhari-hari, otomatis racun menumpuk dan mengendap. Jadi, melalui buang air atau berkeringat saja ternyata tidak cukup. Untuk itulah kita harus melakukan detoksifikasi secara berkala,”katanya.

Adapun manfaat detoks yaitu mencegah penyakit, mengistirahatkan organ tubuh, membersihkan usus, anti aging, menurunkan berat badan dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Detoksifikasi dapat dilakukan dengan cara minum air putih lebih banyak, melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat, banyak mengkonsumsi serat, berhenti merokok, mengurangi asupan gula, tidur yang cukup dan berpuasa.

Gejala detoks awalnya ditandai dengan pusing, mual, diare / sembelit, lemas dan gatal-gatal. Dengan berpuasa maka usus bisa istirahat kurang lebih 12 jam, ini adalah proses detoksifikasi tertua, aman dan efektif, menyehatkan saluran cerna, meningkatkan pembakaran glikogen dalam hati dan otot serta meningkatkan imunitas.

Namun permasalahan pada saat puasa yang sering terjadi adalah seperti bau mulut, sembelit, badan lemas, konsumsi makanan instant, asupan gula meningkat serta konsumsi makanan dengan gizi tidak seimbang.

Dwi Iksanti Rulia selaku Public Relation PT CNI mengatakan bahwa CNI sebagai salah satu perusahaan MLM konsisten menyediakan produk berkualitas baik berupa suplemen kesehatan, food & beverage, kebutuhan perawatan diri, kebutuhan rumah tangga dan farming.

Seperti CNI Ginseng Coffee, Sun Chlorella, CNI Ester C Plus, Nutrimoist, Ichi-I dan Plant Catalyst 2006. Produk-produk tersebut telah dikenal, dikonsumsi dan dipakai oleh konsumen loyalnya sejak lama.

“Menjelang bulan Ramadhan pun agar kesehatan dan kesegaran tetap terjaga, produk CNI akan sangat tepat dikonsumsi bagi Anda yang menjalani puasa,”kata Santi.

Diketahui, tak hanya di Makassar, kegiatan ini juga serentak digelas di 13 kota yaitu Denpasar, Banjarmasin, Samarinda, Banyuwangi, Banda Aceh, Siantar, Medan, Rohul, Bandung, Jakarta, Pekanbaru, Ngawi, dan Makassar. (**)